Selamat Tinggal, People Pleaser!

Warga Unisa pasti pernah mendengar istilah People Pleaser.Sebenarnya apa sih arti istilah People Pleaser ini? 

People pleaser ini adalah suatu kondisi dimana kita menjadi mementingkan orang lain daripada kita, dengan alasan kita takut orang lain merasa sakit hati dan marah saat kita tidak mendahulukan mereka, namun kita sendiri terjebak dalam kondisi itu dan tidak tau harus berbuat apa. 

 Seorang Psikolog asal Amerika Serikat, Susan Newman mengatakan People Pleaser merupakan kondisi dimana saat orang dewasa merasa tidak enak dengan orang lain padahal mereka ingin mengutarakan pendapat atau ketidaksetujuannya terhadap suatu masalah.Seseorang yang mengalami People Pleaser ini akan selalu berkata 'Ya' agar orang lain merasa senang dengan dirinya tetapi membuat diri sendiri merasa dirugikan.Masalah utamanya seorang People pleaser selalu hidup dengan melakukan pendapat orang lain karena dengan begitu ia merasa dianggap sempurna oleh orang-orang disekitarnya.  


Lalu mengapa seseorang dapat menjadi People Pleaser?

Seseorang bisa menjadi people pleaser karena berbagai alasan, seperti pengalaman masa kecil, takut ditolak, atau ingin selalu diterima. Misalnya, sejak kecil mereka hanya dihargai saat memenuhi harapan orang lain, mereka tumbuh merasa harus menyenangkan orang untuk dianggap berharga. Kadang juga karena takut konflik, merasa bersalah jika menolak, atau terlalu peduli dengan pendapat orang lain. Semua ini membuat mereka lupa memikirkan diri sendiri. 


Saat seseorang terus terusan menjadi People Pleaser atau ga enakan, apasih dampaknya?? 

Stres dan gangguan kecemasan

Seorang yang mengalami people pleaser sering merasa cemas dan khawatir jika tidak bisa memenuhi keinginan orang lain.jadi dapat menyebabkan potensi munculnya depresi karena mengabaikan kebutuhan pribadi.

Kehilangan jati diri

People pleaser sering menyembunyikan pendapat, kebutuhan, dan preferensinya sendiri,karena kesulitan menemukan jati diri karena terlalu fokus pada orang lain.

Gangguan emosi

People pleaser cenderung memendam emosi dan amarahnya, terutama jika merasa dimanfaatkan. 

Rendahnya harga diri

People pleaser sering merasa tidak enakan ,tidak mampu memprioritaskan diri sendiri, dan kelelelahan akibat usaha yang terus menerus untuk menyenangkan orang lain.

Terjebak dalam hubungan toxic

People pleaser yang memiliki harga diri rendah mudah mempercayai ejekan, olokan, atau tuduhan orang lain. 

Tidak memiliki opini sendiri

People pleaser takut akan konfrontasi dengan orang lain sehingga berusaha menuruti keinginan orang lain.dikarenakan hal lain juga seperti ketidakpuasan dalam hubungan karena satu pihak selalu ngalah.

  

    Untuk itu ada beberapa cara untuk berhenti menjadi People Pleaser, diantaranya :

1. Berani untuk Mengatakan "Tidak"

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah berani berkata "tidak" atau berani untuk menolak. Hal ini merupakan langkah awal untuk mengatasi perilaku menyenangkan orang lain atau people pleaser. Namun, keberanian untuk mengatakan "tidak" ini merupakan salah satu tantangan yang sangat besar bagi banyak orang. Rasa takut akan penolakan atau terjadinya konflik, takut akan dijauhi dan merusak hubungan, takut akan reaksi orang saat kita menolak, serta perasaan bersalah saat kita tidak mampu memenuhi keinginan orang lain, adalah beberapa alasan yang membuat kita sungkan untuk menolak.

Berani berkata "tidak" merupakan cara untuk kita bisa tetap menjaga kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Kadang, kita mengabaikan kedua kesehatan tersebut hanya untuk bisa menyenangkan orang lain. Untuk melatih keberanian menolak atau berkata "tidak," kita bisa mulai dari hal-hal kecil atau hal yang tidak penting dengan tegas namun sopan. Contohnya, saat kita diajak berkumpul bersama teman-teman lain padahal saat itu kita memiliki kesibukan atau malas untuk keluar rumah, kita bisa menolaknya dengan mengatakan, "Terima kasih atas ajakannya, tetapi saat ini saya tidak bisa." Berani berkata "tidak" ini dapat mengurangi kecemasan dan stres, membangun hubungan yang sehat, serta menjaga kesehatan fisik kita tetap baik.

2. Latihan Self-Love

Hal kedua yang bisa dilakukan adalah latihan self-love atau latihan untuk mencintai diri sendiri. Dengan mencintai diri kita sendiri, kita akan mampu menolak permintaan orang lain yang dapat merugikan diri kita sendiri. Hal yang harus selalu diingat adalah bahwa prioritas kita adalah kebahagiaan kita sendiri, bukan membahagiakan orang lain. Membahagiakan orang lain itu boleh, tetapi jika itu merugikan kita, maka kita harus menghindarinya.

Sikap people pleaser dapat merugikan kita dengan terganggunya kesehatan fisik dan mental. Maka dari itu, kita harus mencintai diri sendiri dan menghargai diri sendiri sebagai kunci untuk menghindari sikap people pleaser agar tidak merugikan diri sendiri dan mengganggu kesehatan fisik maupun mental.


Sudah yakin dengan penjelasan di atas?Tonton vidio ini https://youtu.be/L4lmvqnCEGY?si=77X3xMEyMrotD.5U4 untuk semakin asik memahami tentang People Pleaser.

Komentar